(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

PENYULUH LINGKUNGAN HIDUP IKUTI PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PENDEKATAN PRA

Admin dlh | 28 Agustus 2025 | 24 kali

Kamis, 28 Agustus 2025, Penyuluh Lingkungan Hidup menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah melalui Pendekatan Participatory Rapid Appraisal (PRA) yang dilaksanakan di Ruang Rapat RC3S, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Renon, Denpasar.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, DKLH Provinsi Bali, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten/Kota se-Bali. Acara dibuka dengan pembacaan sambutan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Ibu Dyah Poerwayanti selaku Penyuluh Lingkungan Hidup. Dalam sambutannya disampaikan bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, masyarakat memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui pemberian usul, pertimbangan, dan saran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan partisipatif yang tidak hanya bersifat top down, tetapi juga bottom up. Salah satu metode yang relevan adalah PRA, yaitu pendekatan dengan mengumpulkan informasi terkait kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan suatu wilayah. Output dari metode ini diharapkan mampu melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan kebutuhan, serta menyusun strategi pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi lokal. Dengan demikian, hasil yang dicapai akan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memiliki rasa kepemilikan dari masyarakat.

Pada hari pertama, pelatihan diisi dengan materi dari narasumber Waste Preneur yaitu Bapak Aswan Fikri, Ibu Lucy Susandari, dan Ibu Nabilla Elmira. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan pendekatan PRA (latar belakang, tujuan, manfaat, dan metodologi), pengumpulan data sekunder dan analisis, serta pembuatan pertanyaan kunci dalam PRA. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam analisis data untuk mempercepat proses pengolahan dan pencarian data. Selanjutnya, peserta diajak melakukan diskusi dengan menganalisis data sekunder dari masing-masing kabupaten/kota, mulai dari identifikasi latar belakang permasalahan, penyebab, hingga solusi yang dapat diberikan. Selain itu, peserta juga dilatih membuat pertanyaan kunci untuk keperluan pengumpulan data primer.