(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

PERAN UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULELENG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN IKLIM

Admin dlh | 12 Desember 2024 | 973 kali

PERAN UPTD LABORATORIUM LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULELENG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN IKLIM

Oleh:

Putu Elvira Yulianthi, S.Si

 

Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan hidup dan dampak perubahan iklim, setiap daerah di Indonesia perlu mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan yang efektif. Salah satu komponen kunci dalam sistem ini adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan Hidup, yang di Kabupaten Buleleng berfungsi sebagai lembaga teknis yang bertugas menyediakan data dan informasi mengenai kondisi lingkungan. Meskipun peran UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup di Buleleng saat ini lebih terbatas pada pengujian kualitas lingkungan, seperti parameter air permukaan dan air limbah, data yang dikumpulkan sangat penting dalam mendukung berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih luas, termasuk mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk memantau kualitas lingkungan, UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng memiliki peran utama dalam menyediakan data yang akurat dan objektif. Kegiatan rutin yang dilakukan, seperti pengujian kualitas air permukaan dan air limbah, memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan yang sebenarnya di lapangan. Pengujian air permukaan, misalnya, dapat memberikan informasi mengenai tingkat pencemaran yang terjadi di sungai-sungai dan danau, sementara pengujian air limbah penting untuk mengidentifikasi sumber pencemaran dari kegiatan usaha dan/atau kegiatan yang ada di Kabupaten Buleleng. Data ini sangat penting untuk mengetahui apakah lingkungan sudah berada dalam ambang batas yang aman atau justru memerlukan perhatian lebih dalam hal penanganan.

Meskipun UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng tidak terlibat langsung dalam implementasi kebijakan mitigasi, data yang dihasilkan sangat berperan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan, terutama terkait dengan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Misalnya, pengujian kualitas air dapat membantu mengidentifikasi dampak dari polusi yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang memperburuk dampak perubahan iklim, seperti peningkatan suhu air atau kerusakan ekosistem air. Jika kualitas air menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa kebijakan pengelolaan air perlu diperkuat, atau bahwa sumber polusi harus segera ditangani.

Salah satu upaya penting dalam menghadapi perubahan iklim adalah Rencana Aksi Daerah (RAD) yang dapat disusun dengan dasar data dan informasi yang dihasilkan oleh UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng. RAD ini berfungsi sebagai panduan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan tindakan yang sesuai untuk menghadapi perubahan iklim, baik dalam hal mitigasi maupun adaptasi. Misalnya, dalam menghadapi potensi banjir yang lebih sering terjadi akibat perubahan iklim, data kualitas air dan kondisi lingkungan dapat digunakan untuk merencanakan langkah-langkah pengendalian aliran air, pencegahan erosi, serta pelestarian kawasan resapan air. Tanpa data yang valid, kebijakan ini bisa menjadi tidak tepat sasaran dan kurang efektif.

Meskipun UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng saat ini lebih berfokus pada penyediaan data teknis, peran mereka sangat vital dalam mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan, termasuk dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan menyediakan data kualitas air yang akurat, UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup menjadi landasan bagi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan hidup (PPKLH) untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan responsif terhadap kondisi lingkungan yang ada. Kolaborasi yang erat antar sektor dan pemanfaatan teknologi terbaru akan semakin memperkuat peran UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup dalam menjaga kualitas lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.