(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

DARI SUMBER KE LABORATORIUM: BAGAIMANA SAMPLING AIR DI BULELENG BERKONTRIBUSI PADA KESEHATAN LINGKUNGAN?

Admin dlh | 30 September 2024 | 763 kali

DARI SUMBER KE LABORATORIUM: BAGAIMANA SAMPLING AIR DI BULELENG BERKONTRIBUSI PADA KESEHATAN LINGKUNGAN? 


Oleh :

                                                                                                                                 Putu Elvira Yulianthi, S.Si

 

Air adalah sumber kehidupan yang sangat vital bagi kesejahteraan manusia dan ekosistem. Di Kabupaten Buleleng, peran air tidak hanya untuk keperluan sehari-hari masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, dengan meningkatnya aktivitas manusia, kualitas air di wilayah ini berpotensi terancam oleh pencemaran. Untuk memastikan sumber daya air tetap bersih dan aman, pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng rutin melakukan kegiatan sampling air, sebuah proses yang memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Proses sampling air dimulai dari pengambilan sampel di berbagai sumber air, seperti sungai dan danau. Adapun lokasi sampling air berada di Sungai Gelung, Sungai Buleleng, Sungai Banyumala, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Staf UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup di lapangan menggunakan metode dan alat khusus untuk mengumpulkan sampel air secara representatif. Ini bukan sekadar pengambilan air, melainkan mencerminkan berbagai kondisi yang mungkin memengaruhi kualitasnya, seperti musim, lokasi geografis, hingga tingkat aktivitas manusia di sekitar sumber air.

Setelah pengambilan, sampel air tersebut dibawa ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut. Di laboratorium, analisis dilakukan dengan memeriksa berbagai parameter penting yang mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI Tabel I (Kelas 2) untuk sungai seperti tingkat keasaman (pH), Padatan Tersuspensi Total (TSS), Kebuhutan Oksigen Biokimiawi (BOD), Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD), Oksigen Terlarut (DO), Nitrat, Total Fosfat dan Fecal Coliform. Serta pengujian parameter yang mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI Tabel I (Kelas 1) seperti tingkat keasaman (pH), Padatan Tersuspensi Total (TSS), Transparansi, Kebuhutan Oksigen Biokimiawi (BOD), Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD), Oksigen Terlarut (DO), Total Nitrogen, Total Fosfat dan Fecal Coliform. Setiap data yang dihasilkan dari analisis ini memberikan gambaran mendalam mengenai kualitas air di daerah tersebut, memungkinkan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga dan memperbaiki kualitas air.

Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Buleleng adalah meningkatnya limbah domestik dan pertanian yang dapat mencemari sungai dan mata air. Hasil dari kegiatan sampling ini memberikan informasi penting tentang tingkat pencemaran, sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, kegiatan ini juga membantu dalam memantau efektivitas program-program pengelolaan lingkungan yang sudah berjalan.

Lebih dari sekadar data teknis, kegiatan sampling air juga menjadi alat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya air. Melalui kampanye dan sosialisasi yang berbasis pada hasil uji laboratorium, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, baik melalui pengelolaan limbah yang lebih baik maupun dengan menjaga kebersihan sumber air.

Secara keseluruhan, kegiatan sampling air di Kabupaten Buleleng bukan hanya soal menjaga kualitas air di masa kini, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk melindungi sumber daya alam ini bagi generasi mendatang. Dengan pendekatan dari sumber ke laboratorium, Kabupaten Buleleng terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.