DARI SUMBER KE LABORATORIUM: BAGAIMANA SAMPLING AIR DI BULELENG BERKONTRIBUSI PADA KESEHATAN LINGKUNGAN?
Oleh :
Putu
Elvira Yulianthi, S.Si
Air adalah
sumber kehidupan yang sangat vital bagi kesejahteraan manusia dan ekosistem. Di
Kabupaten Buleleng, peran air tidak hanya untuk keperluan sehari-hari
masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi
tulang punggung ekonomi daerah. Namun, dengan meningkatnya aktivitas manusia,
kualitas air di wilayah ini berpotensi terancam oleh pencemaran. Untuk
memastikan sumber daya air tetap bersih dan aman, pemerintah Kabupaten Buleleng
melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng rutin melakukan kegiatan sampling
air, sebuah proses yang memainkan peran kunci dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Proses sampling
air dimulai dari pengambilan sampel di berbagai sumber air, seperti sungai dan
danau. Adapun lokasi sampling air berada di Sungai Gelung, Sungai
Buleleng, Sungai Banyumala, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Staf UPTD
Laboratorium Lingkungan Hidup di lapangan menggunakan metode dan alat khusus
untuk mengumpulkan sampel air secara representatif. Ini bukan sekadar
pengambilan air, melainkan mencerminkan berbagai kondisi yang mungkin
memengaruhi kualitasnya, seperti musim, lokasi geografis, hingga tingkat
aktivitas manusia di sekitar sumber air.
Setelah
pengambilan, sampel air tersebut dibawa ke laboratorium untuk diuji lebih
lanjut. Di laboratorium, analisis dilakukan dengan memeriksa berbagai parameter
penting yang mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran
VI Tabel I (Kelas 2) untuk sungai seperti tingkat keasaman (pH), Padatan
Tersuspensi Total (TSS), Kebuhutan Oksigen Biokimiawi (BOD), Kebutuhan Oksigen
Kimiawi (COD), Oksigen Terlarut (DO), Nitrat, Total Fosfat dan Fecal Coliform. Serta
pengujian parameter yang mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun
2021 Lampiran VI Tabel I (Kelas 1) seperti tingkat keasaman (pH), Padatan
Tersuspensi Total (TSS), Transparansi, Kebuhutan Oksigen Biokimiawi (BOD), Kebutuhan
Oksigen Kimiawi (COD), Oksigen Terlarut (DO), Total Nitrogen, Total Fosfat dan
Fecal Coliform. Setiap data yang dihasilkan dari analisis ini memberikan
gambaran mendalam mengenai kualitas air di daerah tersebut, memungkinkan
pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil keputusan yang
tepat dalam menjaga dan memperbaiki kualitas air.
Salah satu
tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Buleleng adalah
meningkatnya limbah domestik dan pertanian yang dapat mencemari sungai dan mata
air. Hasil dari kegiatan sampling ini memberikan informasi penting
tentang tingkat pencemaran, sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang
tepat untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, kegiatan ini juga membantu dalam
memantau efektivitas program-program pengelolaan lingkungan yang sudah
berjalan.
Lebih dari
sekadar data teknis, kegiatan sampling air juga menjadi alat penting
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber daya
air. Melalui kampanye dan sosialisasi yang berbasis pada hasil uji
laboratorium, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan
sekitar mereka, baik melalui pengelolaan limbah yang lebih baik maupun dengan
menjaga kebersihan sumber air.
Secara
keseluruhan, kegiatan sampling air di Kabupaten Buleleng bukan hanya
soal menjaga kualitas air di masa kini, tetapi juga sebagai langkah preventif
untuk melindungi sumber daya alam ini bagi generasi mendatang. Dengan
pendekatan dari sumber ke laboratorium, Kabupaten Buleleng terus berupaya
menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.