(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

OGOH-OGOH BERAKSI, SAMPAH TERATASI, KOMITMEN MEWUJUDKAN KOTA SINGARAJA YANG BERSIH DAN SEHAT

Admin dlh | 30 Maret 2026 | 839 kali

 Ogoh-Ogoh Beraksi, Sampah Teratasi, Komitmen Mewujudkan Kota Singaraja Yang Bersih dan Sehat
Oleh :
I Ketut Diarta Putra, S.Si., M.Si

Perayaan menjelang Hari Raya Nyepi di Bali pada umumnya dan di Kota Singaraja pada khususnya selalu identik dengan tradisi pawai ogoh-ogoh. Setiap Desa ataupun Banjar saling berlomba lomba mengekspresikan seni budaya yang sarat makna filosofis. Di Kota Singaraja, tradisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas generasi muda, tetapi juga berkembang menjadi momentum penting dalam mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi bersih-bersih. Pawai Ogoh-Ogoh dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersihan Kota Singaraja melalui aksi bersih-bersih yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.

Secara filosofi Ogoh-ogoh sendiri melambangkan bhuta kala, yaitu energi negatif yang harus dinetralisir demi menciptakan keseimbangan alam semesta. Prosesi pengarakan ogoh-ogoh yang diiringi semangat kebersamaan menjadi simbol pembersihan diri dan lingkungan secara spiritual. Namun, di balik kemeriahan tersebut, potensi timbulan sampah seringkali menjadi tantangan tersendiri, mulai dari sisa bahan ogoh-ogoh hingga sampah konsumsi selama kegiatan berlangsung. Singaraja sebagai kota yang terus berkembang menghadapi tantangan peningkatan volume sampah, sehingga pendekatan berbasis budaya menjadi salah satu strategi yang efektif untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat secara luas.

Pemerintah kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng senantiasa bersinergi dan berkolaborasi untuk memastikan bahwa setiap kegiatan budaya tidak meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan. Aksi bersih-bersih yang dilakukan saat pengerupukan sesudah pecaruan yang juga dibarengi pula dengan pawai ogoh-ogoh merupakan kegiatan turin yang dilaksanakan oleh Dinas lingkungan hidup Kabupaten Buleleng. Kegiatan bersih-bersih dilaksanakan dengan pengumpulan sampah yang berserakan khususnya minuman mineral berupa botol maupun gelas dari bahan plastik, kemudian sampah-sampah yang telah terkumpul diangkut atau di bawa pada kendaraan pengangkut sampah yang telah disiapkan di setiap tempat atau wilayah dan selanjutnya dibawa ke tempat pengelolaan selanjutnya.

Kolaborasi antara budaya dan lingkungan ini harus mencerminkan kesadaran dan semangat untuk terus menjaga tradisi dengan tidak boleh mengabaikan keberlanjutan alam. Dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal, “Ogoh-Ogoh dan Aksi Bersih” menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dapat menjadi motor penggerak perubahan positif. Tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ke depan, diharapkan gerakan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain yang ada di kecamatan maupun desa dalam mengintegrasikan nilai budaya dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, gerakan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, “Singaraja Bersinar Lewat Ogoh-Ogoh Tanpa Sampah” bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Harapannya, aksi bersih-bersih ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat yang lebih luas dalam mengemas tradisi budaya yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.