AKSI KEGIATAN BERSIH- BERSIH SAMPAH PADA GELARAN
BULELENG FESTIVAL
“ THE MASK
HISTORY OF BULELENG “
Oleh
:
Kadek
Sukrawan
Di dalam setiap even atau gelaran
yang di laksanakan oleh pemerintah setiap tahunya selalu yang menjadi permasalahan
utama yaitu sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik yang
dihasilkan oleh pengunjung maupun pedagang kuliner. Pada bulan Agustus Tahun
2025 Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar Buleleng Festival untuk
memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80 Tahun dengan
mengusung Tema “ The Mask History Of Buleleng “ .
Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Bapak Bupati Buleleng
menegaskan bahwa gelaran Buleleng Festival kali ini sampah yang dihasilkan baik
dari pengunjung maupun dari pedagang UMKM harus di pilah baik organik,
anorganik dan hanya sampah residu yang akan di kirim ke TPA Bengkala.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng yang bertanggung jawab terkait
kebersihan lingkungan, untuk itu Dinas Lingkungan Hidup telah menyediakan
tempat sampah di beberapa titik lokasi baik tempat sampah yang berupa tong
sampah, kampil/karung dan bak kontainer semuanya sudah diberikan label /
tulisan organik dan anorganik. Dinas Lingkungan Hidup juga membentuk tim
seperti Tim Edukasi, Tim Penjaga Kontainer dan Relawan bersih-bersih sampah.
Dalam aksi bersih-bersih sampah setiap malam selama enam hari pada gelaran
Buleleng Festival sampah organik 20 Meter Kubik yang kemudian di kirim ke
keomposting plan jagaraga untuk di proses menjadi pupuk kompos , untuk sampah
anorganik terkumpul sebanyak 77 Meter Kubik yang kemudian dikirim ke Bank
Sampah Induk ( BSI ) untuk dipilah sesuai dengan jenisnya, sedangkan sampah
Residu sebanyak 14 Meter kubik yang kemudian di kirim ke TPA Bengkala. Sehingga
selama gelaran Buleleng Festival berlangsung kondisi areal tetap kelihatan
Bersih dan Asri.