(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

ZERO WASTE LIFESTYLE (SOLUSI PENUMPUKAN SAMPAH MENUJU KEHIDUPAN TANPA LIMBAH)

Admin dlh | 14 Oktober 2024 | 722 kali

ZERO WASTE LIFESTYLE

(Solusi Penumpukan Sampah Menuju Kehidupan Tanpa Limbah)

Oleh:

Sayu Putu Noviana

(Mahasiswa Magang Undiksha Tahun 2024)


 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2024 jumlah penduduk di Indonesia meningkat sebesar 1,11% dari tahun sebelumnya yaitu 278.696,2 (2023) menjadi 281.603,8 (2024). Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk ini akan menimbulkan permasalahan klasik yang sejak lama belum terpecahkan, yaitu mengenai Penumpukan Sampah. Isu tentang penumpukan sampah ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mendesak. Oleh karena itu, pemerintah menyarankan seluruh Masyarakat untuk menerapkan Gaya Hidup Nol Sampah (Zero Waste Liftstyle) sebagai upaya penumpukan sampah dilingkungan sekitar untuk menuju lingkungan yang bersih, sehat, ramah lingkungan serta menuju kehidupan tanpa Limbah.

Apa itu Zero Waste?

Zero Waste Lifestyle dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Gaya Hidup dengan minim/Nol sampah. Konsep dan gaya hidup ini berupaya untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan produksi sampah yang tidak dapat terurai atau didaur ulang. Dengan demikian, kita dapat meminimalkan penumpukan limbah/sampah yang ada di lingkungan sekitar guna menjaga kebersihan, kesehatan dan keasrian alam.

Dalam penerapan gaya hidup Zero Waste, terdapat 5 prinsip yang digunakan yaitu 5 R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot). Berikut adalah penjelasannya: Refuse (Menolak) Prinsip pertama yang dalam zero waste lifestyle adalah menolak untuk menerima atau menggunakan barang-barang yang tidak diperlukan dengan menggantikannya dengan barang yang lebih ramah lingkungan. Reduce (Mengurangi) Prinsip selanjutnya dalam zero waste lifestyle adalah Mengurangi penggunaan/pembelian produk-produk yang tidak diperlukan sehingga dapat meminimalkan adanya sampah yang dihasilkan dari produk-produk tersebut. Reuse (Menggunakan Kembali) Prinsip Reuse (menggunakan kembali) dapat diterapkan dengan menggunakan kembali barang yang sudah ada adalah dengan senantiasa menggunakan botol minum berkali-kali pakai (Tumbler) untuk membawa minum dalam beraktivitas. Recycle (Mendaur Ulang) Prinsip recycle adalah mendaur ulang kembali sampah yang ada menjadi barang yang bernilai guna. Rot (Membusukkan) Prinsip membusukkan ini dapat dilakukan pada sampah organic dengan metode pengomposan.

Penerapan zero waste lifestyle dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan langkah sederhana untuk memulainya, seperti: Mengurangi penggunaan plastic dalam berbelanja dengan lebih memilih menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan. Mendaur ulang barang-barang yang tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai guna. Menggunakan bahan atau barang yang lebih ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi lingkungan sekitar. Menghindari gaya hidup yang konsumtif dengan meminimalkan pembelian barang yang tidak diperlukan dengan mengedapankan kebutuhan bukan keinginan. Memisahkan sampah organic, sampah non-organik serta limbah B3 agar memudahkan dalam pemanfaatan dan pembuangannya.

 

Sumber:

Badan Pusat Statistik (2024) https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NSMy/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun--ribu-jiwa-.html

Zero Waste Lifestyle: Pengertian, Manfaat, Prinsip & Caranya. (2023, Mei 17). Dipetik September 9, 2024, dari Enesis Group

Zero Waste Lifestyle: Pengertian, Prinsip, Manfaat, dan Strategi (2022) Dipetik Oktober 5, 2024, https://www.gramedia.com/best-seller/zero-waste/