Penyuluh Lingkungan Hidup melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas pengelolaan sampah pada TPS 3R Pemaron dan TPS 3R Desa Baktiseraga. Kunjungan pertama di TPS 3R Pemaron, Desa Pemaron. Penyuluh LH melakukan koordinasi langsung dengan Perbekel Pemaron, Putu Mertayasa, dan ketua KSM TPS3R, Made Muliada. TPS 3R pemaron masih aktif mengelola sampah di desa, namun karena tingginya volume sampah yang diangkut setiap hari, volume sampah yang diangkut dalam 1 hari rata-rata mencapai 9 m3 dengan kondisi masih tercampur, kondisi ini mengakibatkan petugas menjadi kewalahan dan menyebabkan penumpukan sampah di areal TPS 3R. Untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di TPS 3R, pemerintah desa telah membangun tungku pembakar sampah residu. Sebelumnya pemerintah desa telah melaksanakan program beli sampah plastik sebagai upaya mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumber, namun setelah berjalan program ini dihentikan karena pelaksanaannya belum berjalan secara optimal dan belum memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Pengolahan sampah di TPS 3R sudah berjalan baik, pengelola kembali memproduksi kompos sebagai tambahan penghasilan, serta memilah sampah anorganik bernilai ekonomis. Sarana prasarana yang dimiliki di TPS 3R yakni 2 unit armada roda empat, 2 unit armada roda tiga, 1 mesin pencacah, 1 mesin pengayak, dan 1 unit timbangan. Petugas yang bekerja di TPS 3R sebanyak 8 orang, dengan pembagian tugas 2 orang petugas pemilah, serta 6 orang petugas pembakar sampah. Kendala yang dihadapi tingginya volume sampah, minimnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, serta sulitnya mencari petugas yang mau bekerja di TPS 3R. Tim Penyuluh LH memberikan saran kepada pihak pengelola dan pemerintah desa agar mengevaluasi kegiatan pembakaran sampah, karena dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan dan menganggu kesehatan.