FGD PERCEPATAN PENGUSULAN KAWASAN CAGAR ALAM GEOLOGI
Admin dlh | 17 September 2026 | 18 kali
Selasa, 15 September 2026
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya bersama staf mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pengusulan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Batur Unesco Global Geopark dan Zona Perluasan di Museum Geopark Batur.
FGD dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Bali serta sambutan dari Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Bandung serta General Manager Pengelola Batur UNESCO Global Geopark (UGGp).
Batur UNESCO Global Geopark adalah geopark pertama di Indoensia yang diakui GGN sejak 2012. Sistem Vulkanik pembentuk Kaldera Batur merupakan bagian Zona Gunung Api Kuarter Bali yang menerus hingga pesisir utara Buleleng termasuk Kecamatan Tejakula. Kondisi saat ini, deliniasi eksisting Batur UGGp 366 km2. Pengusulan penetapan peluasan (10% eksisting) berdasarkan kajian jejak geologi menjadi 402 km2 yang berada di Desa Sembiran, Madenan dan Tejakula. Kecamatan Tejakula adalah kelanjutan aliran genetic vulkano-tektonik Batur yang menceritakan penyatuan Hulu dan Hilir evolusi utuh Batur UNESCO Global Geopark.
Terdapat sebaran 13 Geosite di tiga desa tersebut dengan empat situs kategori klasifikasi tinggi yaitu Puncak Vulkanik dan Triangular Facet Bukit Munjung-Munjungan, Mata Air Pura Taman Tirta Belang, Lava Pahoehoe Pura Sang Budha Tejakula, Goa Lava Bukit Munjung-Munjungan dan Andesit Pura Kayahan Kangin.
Menyimak dan rencana tindak lanjut hasil kajian dan potensi tersebut Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan dan Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM untuk pengusulan resmi KCAG Geopark Batur dan Warisan Geologi Tejakula dengan koordinasi lintas pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten, pengelola Batur UGGp, Badan Geologi serta juga masyarakat adat.