(0362) 3302024
dlh@bulelengkab.go.id
Dinas Lingkungan Hidup

PEMILAHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI MEDIA TANAM

Admin dlh | 26 Januari 2026 | 363 kali

Pemilahan, dan pengolahan sampah organik menjadi media tanam.

Oleh :
Gede Ardana, S.H.

Pemilahan sampah organik merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Sampah organik yang dikelola dengan baik dapat diolah menjadi kompos, yaitu pupuk alami yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan. Berikut merupakan pengertian, pemilahan dan manfaat kompos :

1. Pengertian Sampah Organik

Sampah organik adalah jenis sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup dan mudah terurai secara alami. Contohnya antara lain sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun kering, rumput, dan limbah dapur lainnya.

2. Pemilahan Sampah Organik

Pemilahan dilakukan dengan memisahkan sampah organik dari sampah anorganik dan bahan berbahaya. Langkah-langkah pemilahan meliputi:

  • Menyediakan tempat sampah khusus untuk sampah organik
  • Memastikan sampah organik tidak tercampur plastik, logam, atau kaca.
  • Memisahkan sampah organik basah (sisa makanan) dan kering (daun, ranting) bila memungkinkan
  • Pemilahan yang baik akan mempercepat proses pengomposan dan menghasilkan kompos berkualitas.

3. Proses Pengolahan Menjadi Kompos

Setelah dipilah, sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui beberapa tahap:

  • Pencacahan, Sampah organik dicacah menjadi ukuran kecil agar mudah terurai.
  • Penyusunan Bahan, Sampah organik dimasukkan ke dalam komposter atau lubang tanah dengan perbandingan bahan basah dan kering yang seimbang.
  • Proses Penguraian, Mikroorganisme akan menguraikan bahan organik. Proses ini membutuhkan udara, kelembapan, dan suhu yang sesuai.
  • Pembalikan dan Perawatan, Kompos perlu dibalik secara berkala agar proses penguraian merata dan tidak menimbulkan bau.
  • Pematangan Kompos, Setelah 1–3 bulan, kompos akan matang dengan ciri berwarna cokelat kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur remah.

4. Manfaat Kompos

Penggunaan kompos memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan kesuburan tanah; 
  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia;
  • Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA;
  • Menjaga keseimbangan ekosistem tanah

Pemilahan sampah organik hingga menjadi kompos merupakan solusi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan. Dengan membiasakan pemilahan dan pengomposan, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pertanian dan penghijauan secara berkelanjutan.