Metode controlled landfill merupakan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan dengan cara menimbun sampah secara teratur pada area tertentu, kemudian dipadatkan dan ditutup menggunakan lapisan tanah secara berkala. Sistem ini menjadi solusi peralihan dari praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Penataan TPA dengan metode controlled landfill diawali dengan pengaturan area pembuangan sampah agar lebih tertata dan mudah dikelola. Sampah yang masuk ditumpuk pada zona aktif yang telah ditentukan, kemudian diratakan dan dipadatkan menggunakan alat berat untuk mengurangi volume sampah. Selanjutnya, sampah ditutup dengan lapisan tanah pada periode tertentu guna mengurangi penyebaran bau, mencegah berkembangnya vektor penyakit seperti lalat dan tikus, serta meminimalkan risiko kebakaran.
Selain itu, sistem controlled landfill juga didukung dengan pengelolaan air lindi (leachate) dan saluran drainase yang baik untuk mencegah pencemaran tanah maupun sumber air di sekitar lokasi TPA. Pemantauan rutin terhadap kondisi lingkungan juga dilakukan guna memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar yang berlaku. Penataan TPA melalui metode controlled landfill memberikan berbagai manfaat, antara lain meningkatkan estetika kawasan TPA, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, memperpanjang umur operasional TPA, serta menciptakan kondisi kerja yang lebih aman dan nyaman bagi petugas pengelola. Melalui penerapan metode controlled landfill, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Dukungan masyarakat melalui pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berwawasan masa depan.